SENI BUDAYA SMK

Garut,  4 Pebruari 2012
Tugas untuk Siswa :

  1. Pelajarilah Bahan ajar di bawah ini !
  2. Bacalah dengan seksama seluruh isi materi !
  3. Buat sebuah gambar desain batik pada selembar kertas A3 dengan menggunakan pensil , objek gambar : manusia, binatang, benda mati (pilih salah satu) dengan memperhatikan hal-hal pada bacaan tadi !
  4. Referensi mengenai motif batik silahkan cari di internet !
  5. Cantumkan pada hasil pekerjaan anda No. Absen, Nama, kelas dengan jelas !
  6. Serahkan kepada guru (via KM masing-masing kls)!

Unsur-unsur Seni Rupa

a.   Garis

Titik-titik yang berderet melahirkan garis. Titik ini merupakan unsur terkencil yang kehadirannya tidak bisa digantikan unsur lain.

Ada berbagai bentuk garis di antaranya garis lurus, garis lengkung, dan garis patah-patah. Dalam seni rupa dikenal juga garis nyata yaitu garis yang kehadirannya bentuknya jelas terlihat, dan ada garis khayal yaitu garis yang bentuknya tidak terlihat tapi kehadirannya tetap dapat dirasakan.

a.1. Bentuk garis :

  1. Garis lurus
  2. Garis lengkung
  3. Garis patah-patah

a.2. Sifat dan simbolisme atau perlambangan atau arti garis :

  1. Garis datar = ketenangan, istirahat, diam
  2. Garis tegak = stabil, tegar, kokoh, keagungan
  3. Garis miring = dinamis, bergerak
  4. Garis lengkung =lembut, halus, feminim
  5. Garis putus-putus = ragu-ragu, ketakutan

a.3. Garis khayal

Contoh :

  1. Garis khayal pada horizon karena pertemuan langit dan laut
  2. Garis khayal tercipta karena penyusunan material papan tulis hitam dengan dinding putih

b.  Warna

Teori warna pernah dikemukakan oleh Brewsters (berdasarkan pengelompokan warna dalam suatu lingkaran warna), Sir Issac Newton (berdasarkan penguraian cahaya matahari) dan Munsell (berdasarkan standarisasi warna).

Menurut Brewsters warna putih merupakan warna awal dan hitam warna akhir atau secara sekaligus disebut sebagai warna netral, sedangkan warna merah, biru, kuning merupakan warna yang mandiri yang tidak dihasilkan olah warna lain; maka dikelompokkan sebagai warna primer (the primary colour). Untuk menetapkan nama warnanya Brewsters menyebutkan warna merahnya dengan istilah merah carmine; warna birunya bernama biru cobalt, dan warna kuningnya bernama kuning chrome.

Warna primer merupakan kelompok warna yang pertama, dan pencampuran dua warna primer disebut sebagai warna sekunder (the secondary colour), yaitu hijau (campuran biru cobalt dengan kuning chrome); oranye (campuran merah carmine dengan kuning chrome), violet (campuran biru cobalt dengan  merah carmine). Hijau, oranye, dan violet disebut sebagai kelompok warna kedua.

Apabila warna sekunder dicampurkan dengan warna sekunder atau warna primer dengan warna sekunder dinamakan warna tersier (the tertiary colour), disebut juga dengan istilah kelompok warna ketiga yaitu kuning kehijauan (campuran primer kuning chrome dengan sekunder hijau), biru kehijauan (campuran primer biru cobalt dengan sekunder hijau), violet kebiruan (campuran primer biru cobalt dengan sekunder violet), violet kemerahan (campuran primer merah carmine dengan sekunder violet), oranye kemerahan (campuran primer merah carmine dengan sekunder oranye), dan oranye kekuningan (campuran primer kuning chrome dengan sekunder oranye).

Salah satu aplikasi warna, umpamanya dalam lampu lalu lintas yang terdiri dari warna merah, kuning, dan hijau. Ketiga warna itu memiliki arti sebagai berikut :

  • merah berarti tidak boleh jalan atau berhenti, stop;
  • kuning berarti siap-siap untuk jalan atau untuk berhenti;
  • hijau berarti silahkan jalan.

Berikut di bawah ini kita simak istilah-istilah khas yang sering digunakan dalam dunia seni rupa, yaitu :

  • Warna kontras artinya warna yang saling bertolak belakang, umpamanya warna biru dengan warna merah
  • Warna monokromatik artinya susunan warna yang mengarah pada satu jenis warna, umpamanya hijau tua, hijau, hijau muda.
  • Nuansa warna artinya perpindahan warna satu dengan warna lainnya dengan batas yang samar-samar atau tipis saja.
  • Warna analogus artinya susunan beberapa warna yang masih berdekatan, umpamanya, warna oranye dan oranye kemerahan atau oranye kekuningan.
  • Simbolisme warna atau perlambangan warna, yaitu suatu anggapan bahwa warna itu memiliki sifat-sifat tertentu arti tertentu, seperti bendera Indonesia terdiri dari dua warna (dwi warna) merah dan putih; memiliki arti ‘merah’ berani dan ‘putih’ suci’. Jadi bisa diartikan secara utuh bahwa manusia Indonesia adalah manusia pemberani untuk melakukan segala sesuatu yang suci, yang bersih atau yang benar.

Demikian juga halnya, bila kita melayat kepada orang yang sedang berduka cita karena ada anggota keluarganya yang meninggal, sebaiknya kita memakai pakaian berwarna hitam, karena hitam artinya berkabung, dan lain sebagainya.

Berikut simaklah arti warna di bawah ini :

  • putih berarti suci, bersih, keagungan;
  • hitam berarti berkabung, kematian, resmi;
  • merah berarti berani, bergelora, jiwa muda, marah;
  • biru berarti tenang, damai, percintaan;
  • kuning berarti kemegahan, keangkuhan;
  • hijau berarti kehidupan, kesejukan, kenyamanan, keasrian;
  • oranye berarti kemandirian, cinta kasih;

Ruangan yang sebetulnya tidak terlalu luas tetapi diinginkan memiliki kesan luas, bisa menggunakan warna; atau sebaliknya ruangan yang sebetulnya luas akan menjadi terasa sempit karena salah dalam pemberian warna, hal ini menyangkut fungsi warna untuk ruangan.

Berikut beberapa kiat warna bila akan digunakan untuk pewarnaan ruangan, di antaranya

  • Warna putih bila dipakai mewarnai ruangan, maka ruangan itu akan menyiratkan kenetralan, kesucian, kebersihan, keagungan, (tempat ibadat dan rumah sakit sering menggunakan warna ini);
  • warna kuning bila dipakai mewarnai ruangan, maka ruangan yang sempit akan berkesan terasa menjadi luas, (ruang pertemuan, ruang rapat sebaiknya menggunakan warna ini);
  • warna hitam bila dipakai mewarnai ruangan maka ruangan akan terasa menjadi sempit, (ruang penjara seringkali dijumpai memanfaatkan warna ini);
  • warna merah bila dipakai mewarnai ruangan, maka siapapun yang berada diruangan itu secara psykhologis jiwanya akan terasa jadi menggelora atau menghentak-hentak dinamis, (ruangan untuk pesta dan kampanye cocok menggunakan warna ini);
  • warna hijau bila dipakai mewarnai ruangan, maka ruangan akan terasa sejuk dan nyaman, (ruang kelas belajar dan ruangan rumah sakit cocok menggunakan warna ini);
  • warna biru bila dipakai mewarnai ruangan, maka siapapun yang berada diruangan itu jiwanya akan terasa tenang dan damai, (ruang keluarga dan kamar pengantin cocok menggunakan warna ini)
  • warna coklat bila dipakai mewarnai ruangan, maka ruangan itu akan terkesan bernuansa kuno dan klasik, (rumah para bangsawan tempo doeloe sering memakai warna ini).

c.   Bidang

Beberapa garis yang ujung-ujungnya berpotongan akan menciptakan bidang, dan dalam bidang inilah bisa diciptakan bentuk-bentuk yang diinginkan. Contoh lain, bila ada empat dinding yang ujungnya saling berpotongan maka akan menciptakan bidang juga. Dalam bidang inilah bisa ditempatkan perabotan yang diinginkan.

d.  Ruang

Ruang tercipta karena adanya bidang. Ada dua jenis ruang yaitu ruang nyata tercipta dalam bentuk tiga dimensi (trimatra), dan ruang khayal yang tercipta dalam bentuk dua dimensi (dwimatra) berupa kesan seolah-olah ruang itu ada.

e.   Tekstur

Dalam seni rupa tekstur dikenal sebagai karakteristik dari bahan atau sebagai ungkapan rasa bahan yang digambarkan. Pada prinsifnya tekstur dapat dibagi dua yaitu tekstur dalam dua dimensi kehadirannya hanya bisa dilihat saja, dan tekstur dalam tiga dimensi kehadirannya selain dapat dilihat tapi juga dapat langsung dirasakan dengan diraba.

Motif hiasan yang terdapat dalam tiga kain di atas merupakan tekstur yang hanya bisa dilihat, karena kalau diraba bentuknya datar saja

Tekstur di atas merupakan tekstur yang bisa dilihat juga bisa dirasakan dengan diraba, karena terdapat dalam benda tiga dimensi.

f.   Gelap Terang

Untuk menghadirkan gelap terang dalam karya seni rupa dua dimensi diperlukan penghayatan dan penjiwaan mendalam dari objek yang digambar, sehingga bisa bisa ditentukan bagian gelap yang tidak terkena cahaya dan bagian terang yang kena cahaya. Dengan adanya gelap terang ini maka gambar yang dibuat akan berkesan realistis (nyata). Sedangkan dalam karya seni rupa tiga dimensi karena memiliki ukuran panjang, lebar, dan isi (volume atau ketebalan), maka gelap terang hadir secara nyata dari objek yang disusun.

Garut, 31 Januari 2012
Tugas untuk Siswa :

  1. Pelajarilah Bahan ajar di bawah ini !
  2. Bacalah dengan seksama seluruh isi materi !
  3. Buat sebuah gambar pada selembar kertas A3 dengan menggunakan pensil , objek gambar : manusia, binatang, benda mati (pilih salah satu) dengan memperhatikan hal-hal pada bacaan tadi !
  4. Cantumkan pada hasil pekerjaan anda No. Absen, Nama, kelas dengan jelas !
  5. Serahkan kepada guru (via KM masing-masing kls)!
  6. Hasil Pekerjaan serahkan ke Lab MM !
  7. Selamat Bekerja !

Prinsip Seni Rupa

1.  Prinsip Dasar Seni Rupa

a.   Komposisi

Komposisi dalam seni rupa adalah penataan susunan objek didalam suatu karya seni rupa.

Ada beberapa model komposisi di antaranya :


 a.1. Komposisi Simetris adalah penataan objek pada semua bagian disusun sama dengan bentuk yang sama pula, sehingga keseimbangan tercipta dengan sendirinya;

a.2. Komposisi A.Simetris adalah penataan objek pada tiap bagian tidak sama dengan bentuk yang tidak sama pula, tetapi memiliki keseimbangan yang sama;

a.3.Komposisi Sentral adalah penataan objek secara memusat dengan bagian  tengah sebagai porosnya, sehingga keseimbangan dapat tercapai;

a.4.Komposisi Segitiga adalah penataan objek yang diletakkan pada bagian yang berbeda, tetapi dari tiap bagian itu kalau dibuat garis lurus akan tercipta satu bentuk segitiga, dengan demikian keseimbangan pun dapat terwujud.

b.   Proporsi

Proporsi adalah ukuran perbandingan bentuk yang serasi sehingga tidak menimbulkan   kejanggalan.

c.    Kontras

Kontras adalah dua hal yang saling bertolak belakang didampingkan dalam satu kesatuan. Maksud dari penyusunan kontras ini biasanya untuk menguatkan suatu bentuk sehingga menjadi harmonis.


d.   Irama

Irama adalah perpindahan atau perubahan bentuk yang ditata sedemikian rupa sehingga terasa timbulnya suatu gerak imajinatif yang dinamis.


e.    Keserasian

Keserasian disebut juga harmoni yaitu suatu susunan bentuk yang diatur sedemikian rupa sehingga antara yang satu dan yang lainnya terpadu saling isi menjadi satu kesatuan yang utuh.

f.    Pusat Perhatian

Pusat perhatian adalah bentuk utama yang ditonjolkan dari keseluruhan bentuk yang ada sebagai pusat daya tarik karya.

Garut, 20 Januari 2012
Tugas untuk Siswa :

copy Bahan ajar di bawah ini (Versi Bahasa Indonesia) !
Bacalah dengan seksama seluruh isi materi !
Buat intisari materi pada buku tulis anda masing=masing dengan tulisan tangan anda sendiri !
Cantumkan pada hasil pekerjaan anda No. Absen, Nama, kelas dengan jelas !
Poto copi hasil rangkuman yang sudah anda kerjakan !
Serahkan kepada guru (via KM masing-masing kls)!

SENI KRIYA NUSANTARA
A. Konsep Karya Seni Rupa Terapan
Bentuk kebudayaan yang paling sederhana muncul pada zaman batu. Hal tersebut berkaitan dengan tingkat kecerdasan, perasaan dan pengetahuan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi pada zaman itu. Untuk menunjang kelangsungan hidup, mereka membuat alat-alat dari bahan-bahan yang diperoleh di alam sekitar mereka. Sebagai contoh, kapak genggam dan alat-alat perburuan dibuat dari tulang dan tanduk binatang.
B. Pengertian Seni Kriya
Seni kriya sering disebut dengan istilah Handycraft yang berarti kerajinan tangan. Seni kriya termasuk seni rupa terapan (applied art) yang selain mempunyai aspek-aspek keindahan juga menekankan aspek kegunaan atau fungsi praktis. Artinya seni kriya adalah seni kerajinan tangan manusia yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan peralatan kehidupan sehari-hari dengan tidak melupakan pertimbangan artistik dan keindahan.
C. Unsur Karya Seni Kriya
Seni kriya mengutamakan terapan atau fungsi maka sebaiknya terpenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Utility atau aspek kegunaan
2. Security yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan barang-barang itu.
3. Comfortable, yaitu enaknya digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Barang-barang terapan adalah barang yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
4. Flexibility, yaitu keluwesan penggunaan. Barang-barang seni kriya adalah barang terap yaitu barang yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Barang terap dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.
2. Estetika atau syarat keindahan
Sebuah barang terapan betapapun enaknya dipakai jika tidak enak dipandang maka pemakai barang itu tidak merasa puas. Keindahan dapat menambah rasa senang, nyaman dan puas bagi pemakainya. Dorongan orang memakai, memiliki, dan menyenangi menjadi lebih tinggi jika barang itu diperindah dan berwujud estetik.
D. Fungsi dan Tujuan Pembuatan Seni Kriya
1. Sebagai benda pakai, adalah seni kriya yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung.
2. Sebagai benda hias, yaitu seni kriya yang dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan atau segi fungsinya.
3. Sebagai benda mainan, adalah seni kriya yang dibuat untuk digunakan sebagai alat permainan.
E. Jenis-jenis Seni Kriya di Nusantara
1. Seni kerajinan kulit, adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah dimasak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang dan lain-lain.
2. Seni kerajinan logam, ialah kerajinan yang menggunakan bahan logam seperti besi, perunggu, emas, perak. Sedangkan teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempa atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Contohnya pisau, barang aksesoris, dan lain-lain.
3. Seni ukir kayu, yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan lain-lain.
4. Seni kerajinan anyaman, kerajinan ini biasanya menggunakan bahan rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok, dll. Contohnya: topi, tas, keranjang dan lain-lain.
5. Seni kerajinan batik, yaitu seni membuat pola hias di atas kain dengan proses teknik tulis (casting) atau teknik cetak (printing). Contohnya: baju, gaun dan lain-lain.
6. Seni kerajinan keramik, adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, piring dan lain-lain.
F. Teknik dan Bahan Karya Seni Kriya
Ada beberapa teknik pembuatan benda-benda kriya yang disesuaikan dengan bahan. Alat dan cara yang digunakan antara lain cor atau tuang, mengukir, membatik, menganyam, menenun, dan membentuk.
1. Teknik cor (cetak tuang)
Ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, maka mulai dikenal teknik pengolahan perunggu. Terdapat beberapa benda kriya dari bahan perunggu seperti gendering perunggu, kapak, bejana, dan perhiasan.
Teknik cetak pada waktu itu ada dua macam:
• Teknik Tuang Berulang (Bivalve)
Teknik bivalve disebut juga teknik menuang berulang kali karena menggunakan dua keeping cetakan terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang kali sesuai dengan kebutuhan (bi berarti dua dan valve berarti kepingan). Teknik ini digunakan untuk mencetak benda-benda yang sederhana baik bentuk maupun hiasannya.
• Teknik Tuang Sekali Pakai (A Cire Perdue)
Teknik a cire perdue dibuat untuk membuat benda perunggu yang bentuk dan hiasannya lebih rumit, seperti arca dan patung perunggu. Teknik ini diawali dengan membuat model dari tanah liat, selanjutnya dilapisi lilin, lalu ditutup lagi dengan tanah liat, kemudian dibakar untuk mengeluarkan lilin sehingga terjadilah rongga, sehingga perunggu dapat dituang ke dalamnya. Setelah dingin cetakan tanah liat dapat dipecah sehingga diperoleh benda perunggu yang diinginkan.
Disamping teknik cor ada juga teknik menempa yang bahan-bahannya berasal dari perunggu, tembaga, kuningan, perak, dan emas. Bahan tersebut dapat dibuat menjadi benda-benda seni kerajinan, seperti keris, piring, teko, dan tempat lilin. Saat ini banyak terdapat sentra-sentra kerajinan cor logam seperti kerajinan perak. Tempat-tempat terkenal itu antara lain kerajinan perak di Kota Gede Yogyakarta dan kerajinan kuningan yang terdapat di Juwana dan Mojokerto.
2. Teknik Ukir
Alam Nusantara dengan hutan tropisnya yang kaya menjadi penghasil kayu yang bisa dipakai sebagai bahan dasar seni ukir kayu. Mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir.
Di Indonesia, karya ukir sudah dikenal sejak zaman batu muda. Pada masa itu banyak peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda- benda itu diberi ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis, swastika, zig zag, dan segitiga. Umumnya ukiran tersebut selain sebagai hiasan juga mengandung makna simbolis dan religius.
Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, Ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh. Karya seni ukir memiliki macam-macam fungsi antara lain:
a. Fungsi hias, yaitu ukiran yang dibuat semata-mata sebagai hiasan dan tidak memiliki makna tertentu.
b. Fungsi magis, yaitu ukiran yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual.
c. Fungsi simbolik, yaitu ukiran tradisional yang selain sebagai hiasan juga berfungsi menyimbolkan hal tertentu yang berhubungan dengan spiritual.
d. Fungsi konstruksi, yaitu ukiran yang selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.
e. Fungsi ekonomis, yaitu ukiran yang berfungsi untuk menambah nilai jual suatu benda.
3. Teknik membatik
Kerajinan batik telah dikenal lama di Nusantara. Akan tetapi kemunculannya belum diketahui secara pasti. Batik merupakan karya seni rupa yang umumnya berupa gambar pada kain. Proses pembuatannya adalah dengan cara menambahkan lapisan malam dan kemudian diproses dengan cara tertentu atau melalui beberapa tahapan pewarnaan dan tahap nglorod yaitu penghilangan malam.
Alat dan bahan yang dipakai untuk membatik pada umumnya sebagai berikut:
a. Kain polos, sebagai bahan yang akan diberi motif (gambar). Bahan kain tersebut umumnya berupa kain mori, primissima, prima, blaco, dan baju kaos.
b. Malam, sebagai bahan untuk membuat motif sekaligus sebagai perintang masuknya warna ke serat kain (benang).
c. Bahan pewarna, untuk mewarnai kain yaitu naptol dan garam diasol.
d. Canting dan kuas untuk menorehkan lilin pada kain.
e. Kuas untuk nemboki yaitu menutup malam pada permukaan kain yang lebar.
Sesuai dengan perkembangan zaman, saat ini dikenal beberapa teknik membatik antara lain sebagai berikut:
a. Batik celup ikat, adalah pembuatan batik tanpa menggunakan malam sebagaia bahan penghalang, akan tetapi menggunakan tali untuk menghalangi masuknya warna ke dalam serat kain. Membatik dengan proses ini disebut batik jumputan.
b. Batik tulis adalah batik yang dibuat melalui cara memberikan malam dengan menggunakan canting pada motif yang telah digambar pada kain.
c. Batik cap, adalah batik yang dibuat menggunakan alat cap (stempel yang umumnya terbuat dari tembaga) sebagai alat untuk membuat motif sehingga kain tidak perlu digambar terlebih dahulu.
d. Batik lukis, adalah batik yang dibuat dengan cara melukis. Pada teknik ini seniman bebas menggunakan alat untuk mendapatkan efek-efek tertentu. Seniman batik lukis yang terkenal di Indonesia antara lain Amri Yahya.
e. Batik modern, adalah batik yang cara pembuatannya bebas, tidak terikat oleh aturan teknik yang ada. Hal tersebut termasuk pemilihan motif dan warna, oleh karena itu pada hasil akhirnya tidak ada motif, bentuk, komposisi, dan pewarnaan yang sama di setiap produknya.
f. Batik printing, adalah kain yang motifnya seperti batik. Proses pembuatan batik ini tidak menggunakan teknik batik, tetapi dengan teknik sablon (screen printing). Jenis kain ini banyak dipakai untuk kain seragam sekolah.
Daerah penghasil batik di Jawa yang terkenal diantaranya Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Rembang dan Cirebon.
4. Teknik Anyam
Benda-benda kebutuhan hidup sehari-hari, seperti keranjang, tikar, topi dan lain-lain dibuat dengan teknik anyam. Bahan baku yang digunakan untuk membuat benda-benda anyaman ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti bamboo, palem, rotan, mendong, pandan dan lain-lain.
5. Teknik Tenun
Teknik menenun pada dasarnya hamper sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsi dan pakan. Daerah penghasil tenun ikat antara lain
6. Teknik membentuk
Penegertian teknik membentuk di sini yaitu membuat karya seni rupa dengan media tanah liat yang lazim disebut gerabah, tembikar atau keramik. Keramik merupakan karya dari tanah liat yang prosesnya melalui pembakaran sehingga menghasilkan barang yang baru dan jauh berbeda dari bahan mentahnya.
Teknik yang umumnya digunakan pada proses pembuatan keramik diantaranya:
a. Teknik coil (lilit pilin)
b. Teknik tatap batu/pijat jari
c. Teknik slab (lempengan)
Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan keramik tradisional yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh seniman atau para penggemar keramik.
d. Teknik putar
Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para pengrajin di sentra-sentara keramik. Pengrajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para pengrajin bekerja di atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong, guci dll
e. Teknik cetak
Teknik pembentukan dengan cetak dapat memproduksi barang dengan jumlah yang banyak dalam waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah berupa gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah tangga piring, cangkir, mangkok gelas dll
Disamping cara-cara pembentukan diatas, para pengrajin keramik tradisonal dapat membentuk keramik dengan teknik cetak pres, seperti yang dilakukan pengrajin genteng, tegel dinding maupun hiasan dinding dengan berbagai motif seperti binatang atau tumbuh-tumbuhan

Craft Art Collection
A. Concept of Work Applied Arts
The simplest form of culture that emerged in the stone age. This is related to the level of intelligence, feeling and knowledge that are tailored to the circumstances faced at that time. To support the survival, they make the tools of the materials obtained in their natural surroundings. For example, hand-held axes and hunting tools made from bones and horns of animals.
B. Definition of Art Craft
Crafts often referred to as a means Handicraft handicraft. Crafts including art applied (applied art), which in addition to having the aspects of beauty also emphasizes the practical aspects of usability or functionality. This means that art is an art craft handicraft man, created to meet the equipment needs of everyday life without forgetting artistic considerations and beauty.
C. Elements of Art Craft
Priority of applied art or craft then the function should be fulfilled the requirements as follows:
1. Utility or usefulness aspects
 Security of assurance about the safety of people using the stuff.
 Comfortable, that is delicious to use. Goods are called good use arranging items. Applied goods are goods that have high practical value.
 Flexibility, the flexibility of use. Art craft goods are goods that is applicable in accordance with its form of goods or terapannya usability. Applicable items required to provide convenience and flexibility of use so that users do not experience difficulties in its use.
2. Terms of aesthetics or beauty
An adaptive item is used when no matter how delicious unsightly stuff so users do not feel satisfied. The beauty can add to the feeling of pleasure, comfort and satisfaction for the wearer. Urge people to use, possess, and enjoy a higher if the goods were embellished and intangible esthetic.
D. Function and Purpose of Making Art Craft
1. As disposable items, is the art of craft which created prioritizing functions, as for its beauty is only as supporting elements.
2. As decorative objects, namely the art of craft made as ornament and decoration. This species further highlight the aspects of beauty rather than usability aspect or facet function.
3. As a matter of toys, art craft is designed to be used as a plaything.
E. Types of Art Craft in the archipelago
1. Leather craft, is a craft that uses raw material from the leather that has been cooked, raw leather or synthetic leather. For example: bags, shoes, puppets and others.
2. Metal craft, is a craft that uses a metal material such as iron, bronze, gold, silver. While the techniques used are usually cast using the system, carving, wrought or in accordance with the desired shape. For example knives, accessories items, and others.
3. Wood carving, which is a craft that uses material from wood that worked or shaped using a chisel carving. Wood is usually used are: teak, mahogany, hibiscus, sapodilla, jackfruit and others. For example furniture, and other reliefs.
4. Woven handicraft art, craft materials typically use rattan, bamboo, palm leaf, pandan leaves, fiber trees, banana trees, water hyacinth, etc.. For example: hats, bags, baskets and others.
5. Batik art, namely the art of creating decorative patterns on the fabric with the process of writing techniques (casting) or printing techniques (printing). For example: clothes, dress, and others.
6. Art pottery, is a craft that uses raw materials from clay through the process in such a way (massaged, butsir, gyre, burning and glaze) so as to produce goods or disposable items and beautiful decorative objects. For example: pottery, plates and others.
F. Techniques and Materials Art Craft
There are several techniques of making craft objects that are tailored to the material. Tools and methods used, among others, cast or castings, carving, batik, weaving, weaving, and shaping.
1. Cast technique (print cast)
When the bronze culture began to go to Indonesia, then becoming known processing techniques bronze. There are several craft objects of materials such as gendering bronze bronze, axes, vessels, and jewelry.
Printing techniques at that time there were two kinds:
• Pour Recurring Engineering (Bivalve)
Bivalve technique called repeatedly pouring technique for using two keeping mold made of stone and can be used repeatedly as needed (bi meaning two and valve means pieces). This technique is used to print simple objects form and decoration.
 • Technique Pour Disposable (A Cire Perdue)
Cire Perdue created a technique to make bronze objects and decorative shape is more complicated, such as statues and bronze sculptures. This technique begins with making models out of clay, then coated with wax, then covered again with the clay, then baked to remove the wax so that there was a cavity, so that the bronze can be poured into it. After a cold mold clay can be broken in order to obtain the desired bronze objects.
Besides casting techniques there are also forging techniques which the materials are derived from bronze, copper, brass, silver, and gold. Such materials can be made into objects of art crafts, such as kris, plates, jugs, and candlesticks. Currently there are many centers of handicrafts such as silver metal cast. Famous places that include handicrafts of silver in the city of Yogyakarta and crafts brass Gede contained in Heilbron and Mojokerto.
2. Carving Techniques
Natural archipelago with rich tropical forests into timber that can be used as base material of wood sculpture. Carve is the activity of scraping, chiseling, and incise patterns on the carved surface.
In Indonesia, the work of carving has been known since the younger stone age. In those days a lot of tools made from stone such as home furnishings and objects of pottery or wood. They were given a geometric-patterned carvings, such as tumpal, circles, lines, swastika, zig zag, and triangles. Generally such carvings as decoration but also contains symbolic and religious significance.
Views of its kind, there are several types of carvings include carved translucent (krawangan), low carving, carving high (arise), and carvings intact. Carving artwork has a variety of functions including:
a. Decorative functions, namely engraving made solely for decoration and have no particular meaning.
b. Magical functions, namely carving containing certain symbols and serves as a magical object associated with the beliefs and spiritual.
c. Symbolic function, namely that in addition to traditional carving as decoration also serve to symbolize certain things related to the spiritual.
d. Construction function, namely that in addition to carving as decoration also serves as a supporter of a building.
e. Economic function, ie engraving which serves to increase the selling value of an object.
3. Batik technique
Batik has been known for a long time in the archipelago. However, its emergence is not known with certainty. Batik is a work of art that generally form the image on the cloth. The manufacturing process is by adding a layer of night and then processed in a certain way or through several stages of staining and the disappearance nglorod stage tonight.
Tools and materials used to make batik in general as follows:
a. Plain fabric, a material that will be given a motive (picture). Fabric is generally in the form of cloth, Primissima, primed, blaco, and T-shirt.
b. Tonight, as a material for making the entry obstacle motif as well as color to fabric fibers (threads).
c. Dye, to dye cloth and salt that is naptol diasol.
d. Canting and brush to carve the wax on the cloth.
e. Brush for the closing night nemboki on the surface of the fabric width.
In accordance with the times, currently known some batik techniques are as follows:
a. Batik tie dye, batik is making without the use of night sebagaia barrier material, but use the rope to prevent the entry of the color into the fabric fibers. This process is called batik with batik jumputan.
b. Batik batik is made by way of giving canting at night by using motifs that have been drawn on the cloth.
c. Batik, batik is made using a stamp (stamp which is generally made of copper) as a tool for making motif so that the fabric does not need to be drawn first.
d. Batik painting, batik is made by painting. In this technique the artist is free to use tools to get certain effects. Painting of the famous batik artists in Indonesia, among others, Amri Yahya.
e. Modern batik, batik is a way of making free, not bound by the rules of the existing techniques. This includes selection of motifs and colors, therefore the end result there was no motive, form, composition, and coloring are the same in every product.
f. Batik printing, is a motive such as batik cloth. The process of making batik is not using the batik technique, but with screen printing techniques (screen printing). This type of fabric is widely used for school uniform fabric.
Producing areas in Java batik is famous among Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Apex and Cirebon.
4. Techniques Plaits
The objects of daily living needs, such as baskets, mats, hats and others made with woven techniques. The raw materials used to create woven objects are derived from various plants are taken fiber, like bamboo, palm, rattan, mendong, pandanus and others.
5. Weaving Techniques
Weaving technique is basically almost the same as weaving techniques, the difference is only in the tools used. For matting we simply do it by hand (manual) and almost without the use of assistive devices, while the weaving craft we use a tool called lungsi and feed. Producing regions of woven rope, among others
6. Shaping techniques
Penegertian forming technique here is to make works of art with clay media, commonly called pottery, pottery or ceramics. Ceramics is the work of clay through the combustion process to produce new goods and much different from the raw material.
The technique is commonly used in ceramics manufacturing process include:
a. Coil technique (convolution gyre)
b. Mechanical face to stone / finger massage
c. Techniques slab (slab)
The way the formation of such a direct hand coil, slab or finger massage is a traditional ceramic forming techniques that are free to create desired shapes. The shape is not always symmetrical. This technique is often used by artists or fans of ceramics.
d. Roll technique
Formation technique with a rotary tool can produce many symmetrical shapes (spherical, cylindrical) and varied. Formation by way swivel technique is often used by the craftsmen at the centers of Sentara ceramics. Traditional ceramics craftsmen usually use a rotary tool hand (hand wheel) or a rotary tool leg (kick wheel). The craftsmen working on the rotary tool and produce the same forms as keg, jug etc.
e. Printing techniques
Formation with print techniques can produce large quantities in a relatively short time with the same shape and size as well. Mold material is commonly used form of gypsum, such as to mold hollow, solid mold, jigger mold and paste mold for decoration. This method is used in ceramic factories with mass production, such as household equipment plates, cups, bowls cups etc.
Besides the formation of the above ways, ceramics traditional craftsmen can shape ceramics with press printing techniques, as did craftsmen tiles, wall tiles and wall hangings with various motifs such as animals or plants
Sources:

Sumber:
Bastomi, Suwadji. 2000. Seni Kriya Seni. Semarang: UNNES Press.

Garut 13 Januari 2012

Tugas untuk Siswa :

copy Bahan ajar di bawah ini !
Bacalah dengan seksama seluruh isi materi (Versi Bahasa Indonesia) !
Buat intisari materi pada buku tulis anda masing=masing dengan tulisan tangan anda sendiri !
Cantumkan pada hasil pekerjaan anda No. Absen, Nama, kelas dengan jelas !
Poto copi hasil rangkuman yang sudah anda kerjakan !
Serahkan kepada guru (via KM masing-masing kls)!

BAHAN PEMBELAJARAN 1

 A.    Pengertian Apresiasi

Kata apresiasi berasal dari bahasa Inggris ‘to apreciatie’ artinya menghargai. Adapun dalam bahasa Indonesia apresiasi diartikan penikmatan karya seni dengan adanya pengertian yang baik, karena memahami karya seni tersebut. Untuk itu, agar dapat mengapresiasi karya seni rupa dengan baik, maka tentunya harus memahami dasar keilmuan seni rupa.

Langkah pertama memahami dasar keilmuan seni rupa adalah memahami hakekat dari seni yang bisa disarikan dalam dua pokok yaitu memahami kebudayaan dan memahami bentuk seni.

1.   Skema Kebudayaan


Manusia memiliki dua unsur dalam dirinya yaitu jasmani dan rohani. Karena kedua hal yang dimilikinya itu, maka manusia mempunyai kemampuan cipta (pikiran), rasa (perasaan), dan karsa (kehendak, kemauan). Inilah tiga milik dasar manusia yang membedakannya dengan mahluk hidup lainnya.

Kemampuan cipta, rasa, dan karsa memungkinkan manusia membakukan kebiasaan dalam kehidupan sehari-harinya menjadi kebiasaan yang berulang dan terus berkembang. Inilah yang kemudian dikenal dalam konsep tradisi konvensional sebagai adat. Sedangkan dari sudut pandang ilmu pengetahuan secara umum adat dikenal dengan sebutan budaya.

Setiap manusia dimuka bumi ini memiliki budaya, dan inilah sesungguhnya yang membuat manusia dapat terus bertahan hidup di muka bumi sampai sekarang, dibandingkan mahluk Dinosaurus yang walau secara fisik, bentuk, ukuran, dan kekuatan jauh lebih memungkinkan bisa bertahan hidup, tetapi akhirnya punah; yang tersisa tinggal sedikit fosilnya saja. Hal ini terjadi karena Dinosaurus tidak memiliki budaya mempertahankan hidup, mereka hanya memiliki naluri mempertahankan hidup. Naluri ini tidak bisa diajarkan atau dikembangkan diluar batas kemampuan pemiliknya, berbeda dengan budaya yang bisa terus ditingkatkan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

Setiap satu manusia tidak hanya memiliki satu budaya, tetapi terus bertambah sejalan dengan pertumbuhan dirinya. Budaya sekelompok manusia tentu lebih beragam lagi, sesuai dengan keragaman manusia itu sendiri.

Kesimpulan yang kita dapatkan sekarang, adat kebiasaan yang sejenis kita sebut ‘budaya’ sedangkan kumpulan adat kebiasan yang beragam atau budaya-budaya manusia kita sebut ‘kebudayaan

2.   Skema Kesenian

Berdasarkan skema di atas, dikenalkan tiga bentuk kebudayaan yaitu filsafat, kesenian, dan ilmu pengetahuan.

Dalam kontek sama seperti kebudayaan yang berarti bentuk jamak budaya, maka kesenian juga merupakan bentuk jamak dari seni. Jadi kesenian merupakan kumpulan dari seni-seni yang tidak sejenis, seperti dalam skema di atas terbagi dalam tiga kelompok yaitu seni suara, seni rupa, dan seni gerak.

Seni suara terbagi lagi dalam dua kelompok yaitu seni sastra dan seni musik, sedangkan seni gerak kemudian menjelma menjadi seni tari. Bila semua seni di atas digabung maka akan menjelma menjadi seni teater (seni drama). Oleh sebab itu, seni teater disebut juga dengan istilah seni kolektif (colectiv arts).

Arti dimensi dalam seni rupa adalah ukuran. Jadi dua dimensi artinya memiliki dua ukuran, yaitu panjang dan lebar; contohnya seni gambar dan seni lukisan. Sedangkan tiga dimensi artinya memiliki tiga ukuran, yaitu panjang, lebar dan isi (volume atau ketebalan); contohnya seni kriya ukuran dan seni arsitektur.

B.     Penggolongan Seni

  1. Zaman Yunani dan Romawi Kuno, sampai Abad Pertengahan, yaitu :
  • Vulgar Art (seni kasar), yaitu seninya para budak, pekerja tambang, dan pekerja kasar lainnya.
  • Liberal Art (seni bebas), yaitu seninya para cerdik pandai, orang-orang yang menggeluti ilmu pengetahuan dan seni.

Pada permulaannya jarak antara Vulgar Art dan Liberal Art nampak jelas, tapi sesuai dengan perkembangan zaman semakin lama semakin kabur.

  1. Abad ke-18 di Perancis timbul pengelompokan seni  dari Charles Batteaux (1713-1780), yaitu :
  • Fine Art (seni murni), yaitu seni yang diciptakan hanya untuk dinikmati keindahan seninya saja; contohnya lukisan karya Raden Saleh yang berjudul ‘Antara Hidup dan Mati’
  • Useful Art (seni bermanfaat) atau Applaid Art (seni terapan) atau Practical Art (seni praktis) atau Technical Art (seni teknis), yaitu seni yang diciptakan selain memiliki nilai keindahan juga mempunyai kegunaan tertentu dalam kehidupan manusia; contohnya kursi yang diberi ukiran.

Selain pengelompokan Fine Art dan Useful Art, pada masa itu timbul juga pengelompokan seni dengan tema lain, yaitu :

  • Mayor Art (seni besar), yaitu seni yang diciptakan bertitik tolak hanya untuk keindahannya saja. Jadi pada dasarnya sama dengan pengertian Fine Art.
  • Minor Art (seni kecil), yaitu seni yang diciptakan selain memiliki keindahan juga memiliki kegunaan tertentu. Jadi pada dasarnya sama dengan pengertian Useful Art
  • Decoration Art (seni hias), yaitu seni yang ada diantara Mayor Art dan Minor Art. Contohnya hiasan janur kuning dalam ruangan resepsi pernikahan, secara bentuknya memiliki nilai keindahan, tapi disamping itu memiliki manfaat untuk menghiasi ruangan.
  1. Oswald Kulpe mengelompokkan seni berdasarkan penampilannya, yaitu :

a.       Auditory Art (seni pendengaran):

1.      dengan nada :

  • dari alat tunggal, diantaranya gitar, kecapi, seruling, terompet, dll
  • dari alat majemuk, diantaranya band combo, orkestra, dll

2.      dengan kata :

  • kata berirama, diantaranya puisi, dll
  • kata tak berirama, diantaranya prosa, dll

3.      Perpaduan nada dan kata, diantaranya seni vokal, dll

b.      Visual Art (seni penglihatan) :

1.      bentuk dua dimensi (dwimatra) :

  • tanpa gerak, diantaranya seni rupa, dll
  • dengan gerak, diantaranya seni film, dll

2.   bentuk tiga dimensi (trimatra) :

  • tanpa gerak, diantaranya seni rupa, dll
  • dengan gerak, diantaranya seni film, dll

c.       Auditory and Visual Art (seni pendengaran dan penglihatan) :

1.      dengan nada dan gerak, diantaranya musik, seni tari, dll

2.      dengan kata, gerak,dan pemandangan, diantaranya seni drama, dll

3.      dengan nada, kata, gerak, dan pemandangan, diantaranya seni opera, dll


 

C. Pengertian Seni

Sampai saat ini sebenarnya belum ada pembatasan pengertian seni yang dapat memuaskan semua pihak, namun untuk kepentingan pembelajaran di sini akan dikemukakan beberapa pengertian seni, di antaranya :

  • Seni adalah hasil getaran jiwa dan keselarasan dari perasaan serta pikiran yang mewujudkan sesuatu yang indah dan murni.
  • Seni adalah ungkapan jiwa, sesuatu ekspresi yang langsung berhubungan dengan penglihatan, pendengaran, dan peradaban.
  • Seni adalah ungkapan perasaan yang diwujudkan dalam bentuk karya yang indah.
  • Seni adalah emosi yang menjelma menjadi suatu ciptaan yang nyata.

D. Sifat Dasar Seni

  1. Kreatif, karena merupakan rangkaian kegiatan manusia yang menghasilkan sesuatu yang baru, sesuatu yang belum pernah dihasilkan oleh manusia lain.
  2. Individual, karena seni itu pada dasarnya bersifat pribadi baik penciptaannya maupun penikmatannya, dan kepribadian ini menonjol sebagai ciri khas dari penciptanya yang mandiri.
  3. Perasaan, karena seni tercipta atas landasan perasaan yang kuat dari penciptanya.
  4. Keabadian, karena suatu karya seni yang sudah tercipta akan tetap ada meskipun penciptanya dan karya seninya itu sudah tidak ada.
  5. Semesta, karena seni ada pada setiap diri manusia, tumbuh sepanjang sejarah manusia dimanapun dimuka bumi ini.

E. Karya Seni

Karya seni lahir dari tumbuhnya suatu perasaan seseorang yang dalam dan kuat, yang menjelma dalam jiwanya kemudian menjadi pendorong hasratnya untuk mewujudkannya kedalam suatu bentuk karya seni yang nyata sesuai dengan gagasannya.

Adapun karya seni yang dianggap baik adalah yang mempunyai nilai keindahan (estetis), disamping dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman yang berharga untuk kehidupan manusia.

Untuk dapat menjadikan atau menciptakan karya seni yang baik, dituntut sang pencipta seni memiliki pengalaman dan pengetahuan seni yang luas, dan disamping itu memiliki kemampuan teknis untuk mewujudkan seninya. Jadi pada prinsifnya sang pencipta seni harus nemiliki idea phykhologis yang berakar pada pengalaman dan pengetahuan, dan idea teknis yang berakar pada kemampuan teknis mewujudkan ide seninya.

F. Teori Keindahan Seni

Suatu karya seni yang mempunyai nilai keindahan dapat pula disebut karya seni yang estetis. Kata estetis atau estetika sering dihubungkan dengan cabang ilmu filsafat tentang keindahan yaitu teori keindahan atau Teori of Beauty.

Salah satu persoalan pokok dari teori keindahan ialah mengenai sifat dasar dari keindahan itu sendiri yang dalam penikmatan karya seni dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu :

  1. Teori Objektif, yang berpendapat bahwa keindahan itu terdapat pada objeknya. Tokoh yang menganut teori ini diantaranya Plato, Hegel, dan Bernard Bosanquet.
  2. Teori Subjektif, yang berpendapat keindahan bukan terdapat pada objeknya, tapi merupakan tanggapan dari subjek yang menikmati objek. Tokoh yang menganut teori ini diantaranya Hendri Home, Lord Ashley, dan Edmund Bruke.

Monroe Breadsky dalam bukunya ‘Aesthetics : Problems in the philosophy of criticism’ mengemukakan tentang ciri-ciri estetis atau ciri-ciri yang membuat sesuatu menjadi indah dalam tiga bagian, yaitu :

  1. Unity (kesatuan), bahwa sesuatu yang memiliki nilai estetis harus merupakan kesatuan dan perpaduan dari unsur-unsur pembentuknya yang terjalin secara baik dan sempurna.
  2. Complexity (kerumitan), bahwa sesuatu yang memiliki nilai estetis pada dasarnya tidaklah sederhana, tetapi merupakan paduan kerumitan tertentu; yang bisa karena saling berlawanan, saling mengimbangi, saling isi, dan sebagainya kemudian terjalin secara halus  dalam perhitungan matang dan akurat.
  3. Intensity (kesungguhan), bahwa sesuatu yang bernilai estetis harus memiliki kualitas atau nilai tertentu yang menonjol dalam penampilannya. Nilai ini bisa bersifat lembut, kasar, duka, gembira, suram, ceria, dan sebagainya yang ditampilkan secara penuh kesungguhan.

G. Fungsi Seni

  1. Fungsi individual bahwa karya seni yang diciptakan semata-mata hanya sebagai pencurahan ekspresi penciptanya, sehingga bebas menentukan ide dan gagasannya secara pribadi untuk mencapai kepuasan batin dirinya. Namun secara kenyataannya, hasil karya tersebut akhirnya bisa juga dinikmati oleh orang lain yang memiliki kesamaan visi dan misi.  Contohnya lukisan tema ‘kucing’ yang dibuat oleh pelukis Popo Iskandar, diciptakan sebagai pencurah ekspresi pribadi penciptanya, tetapi kemudian masyarakat menyukainya, sehingga akhirnya menjadi milik masyarakat juga
  2. Fungsi sosial bahwa karya seni yang diciptakan memiliki visi dan misi untuk bermanfaat langsung bagi orang lain Contohnya Candi Borobudur dibangun atas perintah raja keluarga Syailendra untuk kebutuhan masyarakat yang beragama Budha saat itu, dan sampai sekarang tetap diakui sebagai arsitektur yang luar biasa, bahkan sudah menjadi milik masyarakat dunia internasional.

A. Definition of Appreciation
Appreciation words derived from English ‘to apreciatie’ means respect. As in the Indonesian language interpreted enjoyment of works of art appreciation with a good understanding, because understanding the work of art. To that end, in order to appreciate the fine work of art, then surely must understand the basic science of art.
The first step in understanding the basic science of art is to understand the essence of art that can be summarized in two points is to understand the culture and understand the art form.

1. Culture Scheme

Humans have two elements in him that is physically and mentally. Because the second thing that has it, then humans have the ability to copyright (thoughts), feeling (feeling), and intention (volition, the will). Here are three basic property that distinguishes human beings.
The ability of copyright, taste, and intention allows humans to standardize customs in their daily lives into the habit of repeating and growing. This is what came to be known in the conventional concept of tradition as customary. While from the standpoint of science in general known as the indigenous culture.
Every human being on earth has a culture, and this is actually what makes human beings can continue to survive in the face of the earth until now, compared to dinosaur creature that even though physically, shape, size, and strength is much more likely to survive, but eventually became extinct; the remaining few fossils only. This happened because dinosaurs did not have a culture to survive, they just have the instinct to survive. This instinct can not be taught or developed beyond the limits of its owner, in contrast to a culture that could be improved in accordance with the demands of the times.
Every single human being does not just have one culture, but growing in line with the growth itself. Culture is certainly more diverse group of human beings again, according to human diversity itself.
The conclusion that we get now, similar customs we call ‘culture’ while a diverse collection of traditional custom or human cultures we call ‘culture’
2. Art Scheme

In a cultural context as meaning the plural culture, the art is also a plural form of art. So art is a collection of art-art that are not similar, as in the above scheme is divided into three groups: sound art, fine art, and art of motion.
Sound art is divided in two groups: the art of literature and art of music, while the art of motion then became the art of dance. If all the above combined art will be transformed into a theater arts (dramatic arts). Therefore, the art of theater is also called an art collective (colectiv arts).
Dimensions of meaning in art is the size. So the two-dimensional means to have two sizes, namely the length and width; example of art pictures and art paintings. While the three-dimensional means to have three sizes, namely length, width and volume (volume or thickness); example of art craft and art of architecture size.

B. Classification of Arts
1. Ancient Greek and Roman times, until the Middle Ages, namely:
a. Vulgar Art (rough art), the art of the slaves, miners, and other manual laborers.
b. Liberal Art (liberal arts), which is his art the wise men, the people who cultivate the science and art.
At first the distance between the Obscene Art and Liberal Art seems clear, but in accordance with the times becoming increasingly blurred.
2. The 18th century in France incurred grouping Batteaux art of Charles (1713-1780), namely:
a. Fine Art (fine arts), which is art created just to enjoy the beauty of his art only; for example, a painting by Raden Saleh, entitled ‘Between Life and Death’
b. Useful Art (useful arts) or Applaid Art (applied art) or Practical Art (Art Practical) or Technical Art (technical art), which is art created in addition to having utility value also has a certain beauty in human life, for example chairs were carved.
In addition to the grouping of Fine Art and Useful Art, at that time also arise grouping of art with other themes, namely:
a. Major Art (art major), which is dotted decline of art created just for its beauty alone. So basically the same as the notion of Fine Art.
b. Minor Art (small art), which is art created in addition to having beauty also has a certain usefulness. So basically the same as the notion Useful Art
c. Decoration Art (decorative arts), which is an art that exists between Major and Minor Art Art. For example yellow coconut garnish indoor wedding reception, the shape has a value of beauty, but besides that it has benefits to decorate the room.
3. Oswald Kulpe grouping of art based on his performance, namely:
a. Auditory Art (the art of hearing):
1. with tone:
– From a single tool, including guitar, harp, flute, trumpet, etc.
– From multiple tools, including combo band, orchestra, etc.
2. with the words:
– Rhythmic word, including poetry, etc.
– Says no rhythmic, including prose, etc.
3. The combination of tones and words, including vocal art, etc.
b. Visual Art (visual art):
1. two-dimensional shapes (dwimatra):
– Without any motion, including fine arts, etc.
– With the motion, including the art of film, etc.
2. three-dimensional shapes (tridimensional):
– Without any motion, including fine arts, etc.
– With the motion, including the art of film, etc.
c. Auditory and Visual Art (the art of hearing and sight):
1. with tones and gestures, including music, dance, etc.
2. by word, motion, and scenery, including performing arts, etc.
3. with the tone, word, motion, and scenery, including the art of opera, etc.

C. Definition of Art
Until now there has been no restriction notion is actually an art that can satisfy everyone, but for the sake of learning here will put forward some sense of art, among them:
– Art is the result of vibration of the soul and the harmony of feelings and thoughts that create something beautiful and pure.
– Art is the expression of the soul, something that directly relates to the expression of vision, hearing, and civilization.
– Art is the expression of feelings are realized in the form of beautiful work.
– Art is the emotion that was transformed into a tangible creation.

D. Nature Art
1. Creative, because it is a series of human activity that produces something new, something that has never been produced by other humans.
2. Individually, because the art was basically a good person and enjoyment of their creation, and it stands out as a personality characteristic of independent creators.
3. Feelings, because art is created on the foundation of strong feelings of its creator.
4. Immortality, as a work of art that has been created will still exist even though its creator and his artwork was gone.
5. Universe, because the art is in every human being, grow throughout human history anywhere in this earth.

E. Works of Art
The artwork was born from the growth of a feeling of deep and strong person, who incarnates the soul then becomes the driving desire to make it into a real art form in accordance with his idea.
The work of art that is considered good is having the value of beauty (aesthetics), in addition to providing valuable knowledge and experience to human life.
To be able to make or create good artwork, sued the creators of art has the experience and extensive knowledge of art, and besides that it has the technical ability to create his art. So at prinsifnya the creator of art should nemiliki phykhologis idea rooted in the experience and knowledge, and technical ideas that are rooted in the technical ability to realize his artistic ideas.

F. The beauty of Art Theory
A work of art that has a value of beauty can also be called an aesthetic work of art. The word aesthetic or aesthetics often associated with the branch of philosophy concerning beauty or the beauty of the theory of Theory of Beauty.
One of the main problems of the theory of beauty is about the nature of beauty itself is in the enjoyment of works of art can be divided into two groups:
1. Objective theory, which argues that beauty is found on the object.
Leaders who embrace this theory include Plato, Hegel, and Bernard Bosanquet.
2. Subjective theory, who argue beauty is not found in its object, but a response from a subject who enjoy the object.
Leaders who embrace this theory include Hendri Home, Lord Ashley, and Edmund Bruke.
Monroe Breadsky in his book ‘Aesthetics: Problems in the philosophy of criticism’ bring about aesthetic characteristics or traits that make something beautiful in three parts, namely:
1. Unity (unity), that something that has aesthetic value must be a unity and synthesis of its constituent elements are interwoven in a good and perfect.
2. Complexity (complexity), that something that has aesthetic value basically is not simple, but it is a blend of certain complexity; which can be due to contradict each other, balance each other, mutual content, and so then subtly interwoven in a mature and accurate calculations.
3. Intensity (sincerity), that something must have aesthetic value or quality of certain values ​​that stand out in appearance. This value can be soft, rough, sad, happy, gloomy, cheerful, and so on are displayed in full seriousness.

G. Function of Art
1. Individual function that works of art created solely as an outpouring of expression of its creator, thus free to determine the ideas and ideas in person to reach his inner satisfaction. But in reality, the work could eventually also be enjoyed by others who have a common vision and mission.
For example painting the theme of ‘cat’ made by the painter Popo Iskandar, was created as a personal expression pencurah creator, but then people liked it, so that eventually become the property of the community also
2. Social function that works of art created a vision and mission for the direct benefit to others
For example Borobudur was built on the orders of the king’s family dynasty to the needs of the Buddhist community at the time, and until now still recognized as a remarkable architecture, and even belonged to the international community.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s